Warnet Mac.Net, 20 April 2008 pukul 17.30
Pukul 04.00 pagi mata ana udah melek melotot ke jam di sebuah dinding yang lumayan tinggi, tak lama berselang diri ana kembali masuk ke alam tidur, kesal rasanya karena diri ana masih belum bisa taklukan rasa malas.
Pukul 04.40 kembali terbangun lalu pergi ke kamar mandi tuk ambil wudhu sholat subuh, sekembali dari ruangan tersebut ana melihat sejenak keadaan Yai (kakek) yang masih terbaring sakit di kasurnya. Sedih ana melihat beliau yang sepertinya udah lama sekali menahan sakitnya tersebut yang hingga sekarang tak kunjung diberikan kesembuhan, ditambah lagi rasa sedih ana melihat keluarga ana yang masih mempercayai dukun, padahal kita semua mungkin udah tahu apabila kita pergi ke dukun dan mempercayai kata-katanya, maka tak kan diterima amal ibadah kita selama 40 hari, insyaAllah ana pernah dengar seperti itu.
Ana membuka radio di hp mang endek (paman) untuk memastikan waktu subuh sudah masuk apa belum, ternyata udah masuk dan ana lekas segera keluar rumah menuju tikar yang sengaja dipasang di luar karena di dalam rumah udah penuh oleh paman, keponakan, juga sanak saudara yang lagi berkumpul menjaga Yai (kakek) yang sedang sakit.
Pukul 05.10 ana membangunkan Mama yang lagi terpulas tidur kecapaian mengurus Yai (kakek) yang beberapa harinya sempat rawat inap di rumah sakit benten Palembang. Ana minta izin dengan Mama karena ana mau berangkat lagi ke Palembang karena paginya ada kegiatan LDK. Lalu ana pamitan juga dengan Nyai (nenek), Gede Uju, dan wawak tetangga. Kaki ana langsung menapak ke tanah menuju jalan raya yang lumayan jauh dari rumah Yai.
Setelah lama menunggu angkutan di jalan raya ana segera naik mobil angkot kuning untuk transit dahulu di Simpang timbangan Indralaya menunggu mobil angkutan ke palembang. Tak lama berselang ana langsung mendapat mobil jurusan Pedamaran-Palembang, ana pun naik ke mobil itu. Sepanjang perjalanan sebagian besar ana habiskan dengan tidur takutnya nanti tidak fit pas kegiatan LDK yang akan mengadakan Training Kader Kampus 1 (TKK 1).
Alhamdulillah pukul 06.45 pagi ana udah nyampai ke rumah kost di daerah Jl. Lunjuk Bukit. Ana segera bersiap-siap menuju kampus. Sebelum berangkat ana bertemu dengan Pak Ustadz (Bapak kost ana) yang mengajak ana untuk ikut kerja bakti di lingkungan sekitar rumah, ingin rasanya ana ikut kegiatan tersebut namun apa daya kampus pun menunggu untuk sebuah urusan. Ana benar-benar merasa menjadi pribadi ekslusif di lingkungan kost karena sudah sering ana tidak mengikuti kegiatan-kegiatan di lingkungan tempat tinggal seperti kerja bakti tadi, kemudian ana juga tidak ikut membantu kawan-kawan ana yang kerja bakti untuk membangun teras masjid, juga pas ada lomba yang notabenenya ana sebagai ketua pelaksananya pun ana tidak hadir. Walaupun ketidakhadiran ana tadi karena sebuah alasan yang syar’i insyaAllah tapi ana tetap merasa nggak enak. Apalagi belakangan ini ana jarang interaksi dengan kawan-kawan di bedeng juga, ana takutnya mereka mencap ana orang sombong. Padahal sungguh dari hati ana ingin sekali diri ini bisa akrab dan bermanfaat bagi setiap orang, mungkin ini sebuah skenario dari Allah SWT yang menjadikan pribadi ana seperti ini. Semoga Allah selalu membimbing ana.
Tiba di kampus masalah kembali datang, ana berjalan menuju pos satpam yang disana sudah ada Rudiyan (koordinator perlengkapan acara tsb), ternyata kegiatan kami masih belum mendapat izin untuk membuka aula KPA, tempat kegiatan tersebut akan dilaksanakan. Astaghfirullahaladziim kami lupa membuat surat permohonan keamanan untuk Bapak satpam, sebenarnya bukan lupa sih, tapi ana bingung masalah perijinan dengan satpam, ada salah seorang Kabag yang mengatakan kalau kami akan mengadakan suatu kegiatan, katanya tidak perlu lagi surat ke satpam, kalian tinggal konfirmasi secara lisan. Ada lagi versi lain, yang mengatakan pakai surat namun tidak perlu tandatangan Bapak direktur. Sedangkan kami untuk acara hari ini, dimintai surat yang juga harus ada tanda tangan Direktur, ana sempat bingung bagaimana kejadiannya nanti??? Tapi setelah dilobby Alhamdulillah kami dizinkan, kami yakin memang Allah di pihak kami, kami disuruh segera memberikan surat permohonan keamanan, tapi harus ada tanda tangan penanggung jawab dari bagian Kemahasiswaan. Untung ada Kak Hatta koordinator Kemahasiswaan Politeknik Negeri Sriwijaya yang baru 4 hari lalu dilantik, yang kebetulan beliau pada hari itu akan mengisi materi pertama kegiatan kami “Manhaj Dakwah Kampus”.
“Akhirnya di buka juga”, kata itu sempat terbesit dalam hati ana ketika Kak Min dan Kak Is membuka ruangan Aula KPA sekitar pukul 08.40. Padahal peserta kegiatan mungkin udah banyak yang agak kesal menunggu lama di teras, di sekret, dll karena rencananya kegiatan kami dimulai pukul 08.00.
Ruangan langsung kami persiapkan, kursi-kursi sudah disusun sehari sebelum hari H oleh rombongan Rudiyan, Rays, Rahmat, Berni (Syukron untuk kalian). Seelah semua siap ana dan Akh Opi langsung menghadap Bapak Pembantu Direktur III yang baru dilantik juga untuk hadir pada acara pembukaan kami sekaligus membuka acara secara resmi. Waduh ternyata masalah datang lagi, para petugas pengisi acara pembukaan (mc, tilawah, do’a) belum ada yang datang. Dengan segera ana meminta Umar sebagai mc, Dedi sebagai tilawah, dan Abid sebagai do’a. Acarapun dimulai, kembali masalah datang Umar yang jadi mc lupa membuka acara dengan Basmalah, dan tilawah pun terlewatkan, Umar ternyata langsung memanggil Ketupel Akh Febri untuk menyampaikan kata sambutannya. Sebuah kesan awal yang tidak baik nantinya di mata Pak Ir. A. Bahri Joni Malyan (Pembantu Direktur III).
Materi pertama pun dimulai walaupun waktunya molor, Alhamdulillah peserta cukup banyak yang hadir sekitar 50an. Setelah materi pertama berjalan sekitar pukul 11.05 Kak Tsabit pemateri kedua datang, tak lama berselang materi pertama selesai dan langsung dilanjutkan diisi oleh Kak Tsabit dengan materi “Konsep Diri”, beliau cukup kecewa karena waktu yang molor tadi menyebabkan materinya tidak bisa disampaikan secara full, ditambah lagi dengan kondisi beliau yang agak lelah baru pulang dari Pagaralam. Jam 12.30 materi kedua selesai, kami dan seluruh peserta segera menunaikan sholat zuhur, dan dilanjutkan dengan santap siang. Pukul 13.35 acara kembali di mulai , kak Sayuti pun udah siap untuk mentranfer ilmunya mengenai Fiqh Siyasah. Pukul 15.20 materi ketiga selesai dan ana mengambil mic di depan untuk menyampaikan informasi kepada peserta supaya ba’da Ashar nanti jangan dulu pulang karena ada syuro’ persiapan suksesi pemilu ORMAWA. Ketika beres-beres ruangan Aula KPA, ternyata kami lupa memberikan konsumsi untuk Bapak satpam. Wah masalahpun nambah lagi.
Ba’da ashar kami segera memulai syuro’ karena akhwatnya ingin segera pulang, syuro’ hari ini akan menentukan calon dari LDK untuk mengambil amanah presiden mahasiswa dan wakil, serta gubernur-gubernur jurusan. Alhamdulillah syuro’ pun membuahkan keputusan Akh Hardiansyah sebagai calon presiden, Akh A.R Sungkono sebagai cawapres, dan Ikhwafillah yang lain untuk mencalonkan gubernur mahasiswa.
Pukul 17.15 ana pulang bersama Berni dan ana stop di warnet, lalu memposting tulisan ini. Semoga hari akan menjadi SEBUAH PENGALAMAN BERHARGA MENUJU KESUKSESAN MASA DEPAN, AMIIIN.
Komentar Terakhir